Kepedulian PDI Perjuangan terhadap budaya Wayang Kulit dapat dilihat sebagai bagian dari upaya menjaga identitas nasional di tengah arus globalisasi yang semakin kuat. Wayang kulit bukan sekadar hiburan tradisional, melainkan warisan budaya yang sarat nilai moral, filosofi hidup, dan sejarah panjang masyarakat Jawa serta Nusantara.
Dalam pandangan saya, keterlibatan PDI Perjuangan dalam pelestarian wayang kulit menunjukkan kesadaran bahwa budaya adalah fondasi penting dalam membangun karakter bangsa. Dukungan tersebut bisa berupa penyelenggaraan pagelaran wayang, pembinaan dalang muda, hingga memasukkan nilai-nilai budaya dalam kegiatan politik dan sosial. Hal ini penting, karena tanpa adanya perhatian dari berbagai pihak, termasuk partai politik, seni tradisional seperti wayang kulit berpotensi tergerus oleh budaya populer modern.
Namun, kepedulian ini juga perlu dijaga agar tidak sekadar menjadi simbol atau alat pencitraan politik. Pelestarian budaya seharusnya dilakukan secara konsisten, berkelanjutan, dan melibatkan komunitas seniman secara langsung. Jika tidak, upaya tersebut bisa kehilangan makna substansialnya.
Secara keseluruhan, langkah PDI Perjuangan dalam mendukung wayang kulit patut diapresiasi, tetapi tetap perlu dikritisi agar benar-benar memberikan dampak nyata bagi keberlangsungan budaya tersebut. Pelestarian budaya bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan kerja bersama antara pemerintah, partai politik, seniman, dan masyarakat luas.