![]() |
| Gambar: Jalur Selatan Jawa di Kota Tasikmalaya |
KOTA DEPOK (19-05-2026) - Jalan Tol Cigatas (Cileunyi–Garut–Tasikmalaya), yang juga dikenal sebagai bagian dari Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap (Getaci) adalah proyek prioritas nasional dengan total panjang mencapai 101,5 hingga 206,65 km. Proyek ini dirancang untuk menghubungkan konektivitas Jawa Barat wilayah barat dan timur guna mendorong pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan Ekonomi yang berlandaskan pada ketahanan pangan dan energi menjadi prioritas pembangunan era Prabowo-Gibran. Jawa Barat bagian selatan dan Cilacap Jawa Tengah, merupakan daerah-daerah yang kaya akan sumber pangan dan energi. Ini sejalan dengan visi yang ingin dicapai Prabowo Gibran.
Agenda Prioritas Pembangunan Nasional telah mencanangkan Tol Getaci menjadi bagian dari Program Prioritas Nasional. Jalan tol telah menjadi dasar, bagi kemajuan infrastruktur dan pertumbuhan sektor-sektor ekonomi lainnya. Jalan tol dengan sarana prasarananya telah menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi di suatu kawasan. Walau kompleksitas masalah dalam pembangunan jalan tol memang muncul, namun hampir semua bisa diatasi dan diselesaikan, dengan catatan komitmen dari pemerintah dalam soal infrastruktur dasar ini, betul-betul hadir.
Pradi Supriatna, Anggota DPRD Jawa Barat mendorong agar pembangunan Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap (Getaci) bisa segera direalisasikan. Tol Getaci menurut Pradi bahkan bisa menjadi pembuka jalur ekonomi antara Kota Depok dengan Priangan Timur. Pradi menilai pembangunan tol ini, bukan hanya membangun akses jalan baru, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang lebih luas. Dengan konektivitas yang semakin baik, mobilitas masyarakat maupun distribusi barang akan menjadi lebih efisien.
![]() |
| Gambar: Jalur Selatan Jawa dengan medan yang berkelok |
Senada dengan pandangan Pradi Supriatna, Ahmad Munir, Alumni Geografi UI menilai relevansi pertumbuhan ekonomi dengan konektivitas antar daerah sangat bersesuaian. Menurut Munir, aksesibilitas menjadi pendorong utama kemudahan arus barang dan jasa, yang memungkinkan daerah-daerah yang selama ini kurang optimal pertumbuhan ekonominya, dapat didorong menjadi lebih maju. Munir juga menambahkan Jawa Barat bagian selatan memiliki potensi ekonomi yang sangat tinggi, baik dari sektor Sumber Daya Alam maupun Pariwisata. Dua sektor ini bisa menjadi daya tarik yang tinggi, bagi investor dan juga pengusaha untuk menciptakan lapangan pekerjaan, dengan syarat kemudahan aksesibilitas, agar produk barang dan jasa bisa menjangkau pasar yang lebih luas, dengan biaya logistik yang lebih terjangkau. Efisiensi ini menjadi kunci bagi pertumbuhan ekonomi pada masa mendatang.
Munir bahkan menilai kawasan Pangandaran sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Barat bagian selatan, bisa menjadi pendorong bagi tumbuhnya iklim usaha di wilayah tersebut. Dengan kemudahan aksesibilitas menuju kawasan Pangandaran, apalagi jika jalan tol sudah bisa terbangun, kemungkinan alternatif masyarakat berlibur dan berwisata di wilayah Jawa Barat jadi lebih variatif. Kendala konektivitas yang selama ini dikeluhkan banyak warga Jakarta, untuk mengakses lokasi wisata khususnya pesisir pantai, akan terpecahkan. Ini memberi peluang bagi iklim usaha berbasis jasa wisata akan tumbuh, dan secara tidak langsung akan mendorong pertumbuhan ekonomi pada sektor-sektor lainnya. (Red)

